Latest Updates
I LOVE INDONESIA - SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA - INDONESIA RAYA

CURUG 7 CILEMBER




Curug 7 Cilember merupakan salah satu tempat wisata yang bagus untuk dikunjungi. Bukan hanya orang dewasa yang bisa menuju tempat itu. Bagi keluarga yang ingin mengajak keluarga meski mempunyai putra putri yang masih kecil dapat juga mengajak mereka. Curug 7 Cilember salah satu tempat wisata air terjun yang dikelola cukup baik oleh Pemda Bogor. Banyaknya penginapan disekitar tempat wisata juga disediakannya tenda perkemahan yang disewakan oleh pengelola sehingga memudahkan bagi mereka yang ingin mengisi waktunya di alam bebas dan alami.

Legenda Curug 7 Cilember

Tersebutlah di daerah Cisarua, Jawa Barat hiduplah seorang duda bernama RADEN PRANAJATI. Seseorang yang disegani dan memiliki berhektar-hektar perkebunan. Tersirat dalam benak RADEN PRANAJATI ingin memiliki anak lelaki untuk meneruskan usahanya.
Tapi malang, ke 3 anaknya semua perempuan. Malah istrinya meninggal ketika melahirkan putri terakhir.
RADEN PRANAJATI lalu mengubur keinginannya mempunyai anak lelaki dan mencoba mengajarkan cara mengelola perkebunan pada anak-anaknya. Tapi ke-2 anaknya, NYI SEKAR dan NYI ARUM ternyata terbuai dengan kemewahan hidup yang telah mereka jalani. Mereka menjadi pemalas dan bersifat buruk. Tapi anak paling bungsu, NYI WENING berbeda dengan kakak-kakaknya. Selain paling rajin dan penurut, NYI WENING juga mempunyai paras yang paling cantik.
NYI WENING selalu ikut bersama ayahnya ketika mengurus perkebunan. RADEN PRANAJATI semakin menyayangi NYI WENING karena selain cantik, NYI WENING juga cerdas dan bisa menguasai ilmu yang diberikan ayahnya. Sementara itu ke-2 kakaknya hanya sibuk berfoya-foya menghabiskan uang. Sewaktu mengurus perkebunan, RADEN PRANAJATI juga banyak dibantu pegawainya, seorang pemuda yatim piatu bernama PANJI. PANJI sebetulnya sejak lama jatuh cinta pada NYI WENING. Tapi karena sadar ia hanyalah seorang buruh kebun, PANJI tak berani mengungkapkan perasaannya pada anak majikannya itu.
Sementara itu putri tertua NYI SEKAR, bersama kekasihnya, BADIL selalu berfoya-foya. BADIL selalu menghasut NYI SEKAR untuk merebut perkebunan milik ayahnya itu. NYI SEKAR setuju karena ia melihat ayahnya selalu mempercayakan pekerjaan pada adiknya NYI WENING. Sedangkan NYI ARUM sebenarnya adalah anak yang plin-plan. Tapi karena terus menerus dihasut oleh NYI SEKAR dan BADIL, NYI ARUM menjadi jahat dan ikut membenci NYI WENING.
Suatu hari kejengkelan RADEN PRANAJATI memuncak. RADEN PRANAJATI mengancam jika NYI SEKAR dan NYI ARUM hanya berfoya-foya maka ia akan mewakafkan seluruh perkebunan pada warga sekitar. Apalagi saat itu RADEN PRANAJATI mmenemukan bahwa NYI SEKAR telah mengambil uang penjualan hasil kebun untuk bersenang-senang. NYI SEKAR dan NYI ARUM tentu saja geram. Sementara BADIL langsung menghasut. BADIL mengatakan bahwa ayah mereka pasti akan membuktikan perkataannya dan NYI SEKAR takkan mendapat apa-apa dan jatuh miskin. BADIL menyarankan NYI SEKAR untuk segera bertindak. Karena takut jatuh miskin, NYI SEKAR dan ke-3 adiknya lalu meracuni ayah mereka sendiri. Untung saja PANJI sempat melihat dan menyelamatkan RADEN PRANAJATI sebelum terlambat. Tapi malangnya, RADEN PRANAJATI menjadi sakit keras akibat racun itu.
Karena sakit yang menyerang RADEN PRANAJATI mengakibatkan dia tidak bisa mengusurus perkebunannya. Karena telah lama dia mendidik dan mengajarkan NYI WENING dalam mengolah perkebunan maka ia mempercayakan pengelolaan perkebunan kepada NYI WENING. Suatu ketika RADEN PRANAJATI mendengar ada tabib yang bisa menyembuhkan penyakitnya namun letaknya cukup jauh. Singkat cerita RADEN PRANAJATI berangkat menuju tabib yang dimaksud. Mendengar sang ayah akan pergi untuk beberapa lama terpikir otak jahat dari NYI SEKAR dan NYI ARUM untuk mencelakai NYI WENING. Saat RADEN PRANAJATI dan berangkat, NYI SEKAR dan NYI ARUM langsung beraksi. NYI WENING disiksa dan diperlakukan seperti budak di rumahnya sendiri oleh kakak-kakak kandungnya secara tragis. Hasil perkebunan dipakai untuk berfoya-foya. NYI WENING tak berdaya menghadapi ke-2 kakaknya yang dihasut BADIL. Meskipun menderita, NYI WENING tetap tak mengeluh dan berharap ke-2 kakaknya itu akan sadar suatu saat nanti.
Meski sudah berobat kesana kemari dan sudah banyak tabib yang berusaha menyembuhkannya RADEN PRANAJATI tak kunjung sembuh dari penyakitnya. Hingga suatu hari dalam mimpinya NYI WENING mendapat petunjuk dari almarhum ibunya untuk membawa RADEN PRANAJATI ke curug dan diobati dengan tanaman yang tumbuh disana. RADEN PRANAJATI dibawa ke curug diberi tanaman yang tumbuh di air curug. Ajaib!.. RADEN PRANAJATI langsung sembuh. Setelah kembali pulih dari penyakitnya RADEN PRANAJATI langsung mengambil alih perkebunan yang banyak dimanfaatkan oleh NYI SEKAR dan NYI ARUM untuk kepentingan pribadi mereka. Itu membuat NYI SEKAR dan NYI ARUM merencanakan siasat yang lebih keji. Suatu hari PANJI dan RADEN PRANAJATI sedang mengobrol di atas jembatan gantung. Tiba-tiba saja jembatan itu bergoyang tak terkendali. RADEN PRANAJATI terjatuh dan meninggal meskipun PANJI telah berusaha menyelamatkannya.
NYI WENING sangat terpukul melihat ayah yang sangat dicintainya itu meninggal. NYI SEKAR malah menuduh bahwa PANJI-lah yang mencelakakan ayahnya. Warga marah dan akhirnya mengusir PANJI. NYI SEKAR dan NYI ARUM senang karena ayah mereka takkan menghalangi mereka lagi. Tapi mereka salah. Ternyata RADEN PRANAJATI sudah mencium itu sejak ia hidup. Ternyata dalam surat wasiatnya, ia mewariskan seluruh perkebunan pada NYI WENING. NYI SEKAR geram dan melanjutkan rencananya dengan siasat lebih halus dan licik.
NYI WENING yang kehilangan pegangan karena tak ada PANJI dan ayahnya, tertipu oleh BADIL yang berpura-pura baik. BADIL malah menyatakan cintanya pada WENING. WENING terbuai dan bahkan bersedia menyerahkan surat wasiat ayahnya berkat bujuk rayu mulut manis BADIL. Setelah mendapat surat wasiat itu, BADIl menyerahkannya ke NYI SEKAR dan langsung dibakar. Tak habis di situ, seluruh tubuh NYI WENING juga bintik-bintik berpenyakit karena diberi ramuan racun oleh NYI SEKAR.
Akhirnya NYI WENING diusir dari rumahnya sendiri. NYI WENING ditolong oleh PANJI. Berkat petunjuk dari almarhum ibunya yang datang lewat mimpi, NYI WENING bisa sembuh seperti sedia kala. NYI WENING dan PANJI pun menikah. Tapi banyak warga membicarakan penderitaan NYI WENING dan semua menggunjingkan kejahatan NYI SEKAR dan NYI ARUM. Karena kesal akhirnya, NYI ARUM berniat menyingkirkan NYI WENING selamanya. Mereka menyeret NYI WENING yang sedang hamil besar dan menyumbat mata air curug. Tapi Tuhan Maha Adil. Sumbat mata air hancur tersambar petir. Air bah tidak menghanyutkan NYI WENING yang baru melahirkan. Malah air bah itu menyapu NYI SEKAR, NYI ARUM dan BADIL. AIR bah yang turun ke lereng itu bercabang menjadi tujuh air terjun. Penduduk di situ menamakan air terjun itu sebagai CURUG TUJUH.

Sumber Informasi
*) http://edywitanto.wordpress.com

0 Response to "CURUG 7 CILEMBER"

Posting Komentar

About Me