Tak dapat ku bayangkan kepedihan bagi mereka yang tertimpa bencana. Kesedihan dan nestapa menyeliputi hati para korban bencana.
Seakan tak henti YANG MAHA KUASA memberikan cobaan bagi Negara tercinta ini. Di mulai dari bencana Tsunami di Aceh yang disusul dengan serentetan bencana gempa bumi, longsor, banjir dan letusan gunung.
Seakan YANG MAHA KUASA menunjukkan kemarahannya pada umatnya. Sedangkan ALLAH SWT berfirman :
Al Quran (4) An Nisaa’ : Ayat 79
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS 4:79)
Sesungguhnya ALLAH SWT tidak memberikan bencana bagi umatnya melainkan umat itu sendiri yang telah membuat kesalahan. Umat manusia sudah membuat kerusakan di muka bumi ini dengan sedemikian rupa. Sehingga dampak yang ditimbulkan dari kerusakan itu tak pernah dibayangkan akibatnya.
Sesungguhnya setiap manusia akan menemuai ajalnya. Takkan pernah tau kapan ajal akan menjemput dan bagaimana ajal itu akan menjemput. Baik atau tidak cara seseorang meninggalkan kehidupan nyata ini sesungguhnya hal itu akan sampai juga.
Segala bentuk bencana adalah sebuah cara seseorang kembali ke hadirat ALLAH SWT. Tak kan lolos hidup seseorang jika ALLAH SWT menghendaki maka orang tersebut akan menemui ajalnya.
Al Quran (4) An Nisaa’ : Ayat 78
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? (QS 4:78)
Kematian sesuatu yang menakutkan bagi sebagian orang yang tidak rela dirinya meninggalkan kehidupan di bumi. Tetapi tidak bagi mereka yang telah menyerahkan jiwa dan raganya untuk memperoleh RIDHO ILLAHI. Tak ada keraguan sedikit pun dari mereka yang memegang teguh keimanannya dalam menjalankan setiap perintah ALLAH SWT dengan tulus ikhlas. Sesungguhnya mereka yang selalu mengingat MATI.
Umat manusia mungkin menyadari bahwa tidak ada yang abadi dalam kehidupan ini. Tetapi tetap saja berbuat keburukan dan perusakan bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak pernah bersyukur akan berkah yang telah di berikan TUHAN YANG MAHA KUASA. Maka bencanalah yang akan diterima oleh umat manusia. Umat manusia terlalu sibuk dengan urusan duniawi sehingga lupa untuk bersyukur dengan apa yang telah didapatkannya.
Sungguh memprihatinkan jika bencana telah datang dengan jumlah korban jiwa maupun materi yang tidak sedikit. Sesungguhnya TUHAN memberikan peringatan kepada umat manusia agar bersyukur dengan apa yang telah diberikan. Tetapi zaman sekarang umat manusia semakin lalai dan bahkan tidak mempercayai keberadaanNYA. Tak ayal hal itu memberikan umat manusia sebuah penderitaan jiwa dan raga.
Bencana baik besar maupun kecil seharusnya menjadikan umat manusia untuk intropeksi pada diri dengan apa yang telah diperbuat. Syukuri apa yang telah diberikan ALLAH SWT kepada kita dan tetap berbuat kebaikan niscaya akan mendapatkan rahmat.
Al Quran (33) Al Ahzab : Ayat 17
Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (QS 33:17)
Sesungguhnya ALLAH SWT memberikan rahmatnya kepada umatnya yang di kehendaki. Bencana yang datang bertubi-tubi di muka bumi NEGARA INDONESIA bisa menyadarkan kita semua agar lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT sehingga mendapatkan rahmat dan ridho NYA.
Kesadaran akan kebesaran ALLAH SWT harus menjadi ketetapan dalam hati setiap umat manusia agar dirinya selamat dunia dan akhirat dan terhindar dari bencana sekaligus mendapatkan rahmat darinya sehingga tersenyum jiwa ini jika ajal akan menjemput.
0 Response to "Bencana Ajal Menjemput"
Posting Komentar