Lembut dan menggemaskan ketika sosok seorang bayi mungil dilahirkan. Tak ada unsur kekerasan terlihar dari wajahnya. Bahkan wajah itu membuat gemas bagi setiap yang melihatnya.
Tuhan telah menunjukkan kasihnya kepada setiap manusia dengan memberinya jiwa yang suci pada setiap bayi. Belum terkontaminasi keadaan. Situasi dan kondisilah yang menentukan akhlah dan sifat seorang bayi kelak di dewasa. Akankah akan menjadi baik atau buruk.
Baik dan buruk sifat seseorang tergantung arah dan tujuan yang akan dicapai. Baik jika arah dan tujuannya selalu menjaga norma-norma sosial yang ada sehingga terbentuk sebuah ikatan hubungan yang tidak hanya saling menguntungkan tetapi juga mempunyai nilai saling menghormati dan menghargai antar sesama. Buruk jika arah dan tujuannya diselimuti oleh keserakahan dan tidak perduli dengan sekelilingnya.
Sungguh tragis jiwa-jiwa yang muda penuh dengan semangat tetapi tidak menghargai sang pencipta. Tidak menghargai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Menghacurkan dunia yang telah ada karena sebuah keserakahan demi sebuah tujuan.
Sungguh sedih melihat kehancuran moral manusiar karena sebuah egoisme semata. Mudah diperalat oleh yang punya kepentingan guna mencapai sebuah kekuasaan. Tak ada lagi rasa kasih sayang pada sesama. Tak ada lagi keamanan dalam jiwa yang suci, putih dan bersih seperti bayi.
Baik dan buruk sekarang terlihat samar / abu-abu. Baik menurut diri sendiri belum tentu baik dimata orang lain. Buruk menurut diri sendiri belum tentu buruk dimata orang lain. Tergantung dimana manusia menempatkan baik dan buruk dalam jiwanya. Pada dasarnya setiap manusia dilahirkan baik sehingga kelak dia menentukan dirinya sendiri ingin menjadi seperti apa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to "BAIK dan BURUK"
Posting Komentar