Latest Updates
I LOVE INDONESIA - SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA - INDONESIA RAYA

MASJID PINTU SERIBU


Mengunjungi Masjid Pintu Seribu merupakan salah satu wisata rohani yang sangat bagus untuk dilakukan. Tidak hanya wisata rohani tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang sejarah terbentuknya Masjid Pintu Seribu dan juga bisa mendapatkan pengalaman spiritual yang mengagumkan untuk lebih mempertebal iman kita sebagai Umat Nabi Muhammad SAW.
Diareal yang lebih luas biasa digunakan oleh pengunjung untuk memperbanyak ibadah, baik ibadah shalat lima waktu ataupun memperbanyak dzikir. Dikenal sebagai pintu seribu karena banyaknya pintu di sana dan juga lorong-lorong yang menghubungkan masing-masing pintu. Dan didalamnya terdapat ruangan-ruangan yang digunakan untuk melakukan tafakur. Dan untuk bisa memasuki ruangan pintu seribu harus ditemani oleh pengelola karena dikhawatirkan pengunjung akan tersesat didalam.
Karena banyaknya pengunjung yang ingin memasuki ruangan tersebut maka pengelola melakukan pengaturan bagi pengunjung dan bergantian untuk menggunakan ruangan tersebut. Pada Masjid Pintu Seribu terdapat beduk yang terlihat sudah lapuk, membuat nuansa yang tempo dulu sangat kental walaupun berdirinya Masjid ini belum terhitung lama. Ditambah adanya makam diarea masjid yang tak lain adalah anak pendiri masjid Pintu Seribu.

Sekilas Sejarah MASJID PINTU SERIBU.

Nama aslinya Masjid Nurul Yakin. Lokasinya di Kampung Bayur, Priuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Cukup mudah dijangkau dengan mobil. Hanya beberapa menit dari pusat Kota Tangerang. Disebut Masjid Pintu Seribu karena memiliki begitu banyak pintu. Bahkan, pengelola masjid pun tidak tahu persis berapa jumlah pintu yang ada. Karena mereka tidak pernah menghitung jumlah pintu yang ada di masjid itu. Dari segi usia, masjid ini tergolong muda.
Didirikan sekitar tahun 1978. Pendirinya seorang warga keturunan Arab yang warga sekitar menyebutnya dengan Al-Faqir. Semua pembiayaan ia tanggung sendiri. Sebagai penghormatan, warga sekitar memberinya gelar Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al-Muqoddam. Kabarnya, Al-Faqir juga sedang membangun masjid serupa di Karawang, Madiun, dan beberapa kota lain di Indonesia. Pembangunan masjid ini bahkan tidak memakai gambar rancang. Tidak ada disain dasar yang bisa menampilkan corak arsitektur tertentu. Ada pintu-pintu gerbang yang sangat ornamental mengikuti ciri arsitektur zaman Baroque, tetapi ada juga yang bahkan sangat mirip dengan arsitektur Maya dan Aztec.
Sekarang, bangunan mesjid ini sudah mencapai luas sekitar satu hektar. Diharapkan akan semakin banyak warga kampung mewakafkan tanahnya untuk memperluas bangunan mesjid di masa datang. Di beberapa pintu, tampak ornamen dengan angka 999. Menurut Pak Karim, salah seorang pengurus, angka itu merupakan simbolisasi asma Allah. Di antara pintu-pintu masjid terdapat banyak lorong sempit dan gelap yang menyerupai labirin. Di ujung lorong ada beberapa ruang berukuran sekitar 4 kali 3 meter persegi. Ruang-ruang diberi nama, antara lain, Fathulqorib, Tanbihul-Algofilin, Safinatul-Jannah, Fatimah, dan lain-lain. Salah satu ruang bawah tanah itu ada yang agak luas. Di sini terdapat sebuah tasbih superbesar dari kayu. Garis tengah masing-masing butir tasbihnya sekitar 10 sentimeter. Atau sekitar kepalan orang dewasa. Ruang ini biasa dipakai Al Faqir untuk berzikir. Biasanya, pemandu sengaja mematikan lampu di ruangan itu, dan mengajak yang hadir untuk membayangkan saat-saat di alam kubur yang begitu sempit, pengap, dan gelap. Kemudian ia mengajak berdoa bersama dalam keheningan dan kegelapan. Semua lorong-lorong itu akhirnya menuju sebuah ruang terbuka yang mirip stadion sepak bola. Di tempat inilah dilakukan shalat berjamaah.

Sumber Referensi
*) http://www3.eramuslim.com
*)http://thearoengbinangproject.com

0 Response to "MASJID PINTU SERIBU"

Posting Komentar

About Me